Senin, 19 September 2011

Hubungi Kami


Hubungi adalah fitur dimana anda dapat menghubungi, memesan, menanyakan dan konfirmasi akan n produk yang kami jual yang anda telah pesan. Untuk melakukan semua hal tersebut di atas, anda dapat melalui :


    • SMS/Phone                          : 085755459098
    • Email yahoomail                  : aris.shandy@yahoo.co.id
    • Email gmail                          : obatherbal11@gmail.com
    • YM                                       : triangel_max_speed4891 atau aris.shandy
Semoga dengan fitur ini anda semua bisa memperoleh kejelasan atas  produk jamur dewa yang kami jual

Pengiriman Paket Morifera Daun Kelor


Pengiriman dilakukan setelah kami menerima konfirmasi pembayaran dari anda dan kami telah mengecek kebenarannya. Proses dan waktu pengiriman disesuaikan dengan konfirmasi waktu pembayaran dan jenis paket pengiriman yang anda inginkan, dimana :

  • Untuk konfirmasi pembayaran di bawah jam 12 siang, maka pengiriman dilakukan hari itu juga, dimana paket barang yang anda pesan akan dikirimkan oleh agen atau biro pengiriman hari itu juga.
  • Untuk konfirmasi pembayaran di atas jam 12 siang, maka pengiriman dilakukan juga pada hari yang sama, namun proses pengiriman oleh pihak agen atau biro pengiriman akan diikutkan pada hari berikutnya sesuai dengan aturan yang ada.
  • Untuk pemilihan paket ekspress atau kilat maka waktu pengiriman adalah 1-2 hari berdasarkan daya jangkau wilayah pengiriman, jika paket sampai lebih dari dua hari, kami akan menginformasikan kepada anda. Kemudian jika paket yang datang kepada anda mengalami keterlambatan dikarenakan permasalahan teknis pada agen atau biro pengiriman, kami akan mengabari anda dan anda sendiri dapat mengecek pada website agen atau biro pengiriman dengan memasukan no resi yang kami konfirmasi kepada anda via SMS ataupun Email.
  • Untuk pengiriman paket reguler maka waktu pengiriman adalah di atas 2 hari tergantung daya jangkau wilayah pengiriman. Untuk mengetahu proses dimana paket yang ada pesan dapat melihat pada website agen atau biro pengiriman dengan memasukan no resi yang kami konfirmasi kepada anda via SMS atau Email
  • Untuk keterlambatan proses pengiriman yang dikarenakan kesalahan pihak agen atau biro pengiriman bukan tanggung jawab kami, namun sebisa mungkin kami akan memberikan pilihan agen atau biro pengiriman terbaik untuk anda.
  • Untuk kerusakan atau kehilangan barang yang dikarenakan kesalahan pihak agen atau biro pingiriman bukanlah tanggung jawab kami, dikarenakan sebisa dan sebaik mungkin sebelum proses pengiriman produk atau barang yang anda pesan, kami sebisa mungkin mengecek kualitas, kondisi dan jumlah barang ataupun produk yang anda pesan termasuk dengan pengecekan pengemasan yang sesuai dengan standar keamanan.
  • Untuk anda senditri sebagai pembeli dan pelanggan, kami harap dalam menunggu barang yang anda pesan atau beli, dimohon sabar, sebisa mungkin pelayanan pengiriman paket terbaik akan kami berikan kepada anda.

Pembayaran Pemesanan atau Pembelian Morifera Daun Kelor


Pembayaran adalah cara membayar pesanan produk yang dipesan dan dibeli melalui online pada website Pembayaran meliputi jumlah uang yang didasarkan banyaknya jumlah pesanan barang yang dibeli ditambah dengan biaya ongkos kirim ke tujuan kota anda dari kota pusat penjualan kami. Dikarenakan ini adalah toko online, maka dari itu selain proses pemilihan dan pembelian barang, proses pembayarannya pun dilakukan via online, dimana kami tidak menerima pembayaran secara Cash On Delivery ( COD), hal ini dikarenakan kami ingin menjalankan bisnis ini secara online sekaligus sebagai pembelajaran akan rasa percaya dan peningkatan pelayanan bisnis online.

Untuk pembayaran produk dan barang yang dipesan dan dibeli dapat dilakukan dengan cara:

  1. Transfer ke rekening rekening bank, dimana kami menjadi nasabah di dalamnya, antara lain:
  • Bank BNI 46 no rekening 0168834264, atas nama Ahmad Efendy.
  • Bank BCA no rekening 1130924251, atas nama Ahmad Efendy

Ongkos Kirim Morifera Daun Kelor

Ongkos kirim adalah ongkos yang dibebankan kepada pembeli, pelanggan yang memesan dan membeli barang berdasarkan berat volume barang, dimana kami Agen Jamur Dewa dalam menetapkan ongkos kirim disesuaikan dengan ongkos kirim yang ada pada agen atau biro pengiriman barang yang menjadi mitra bisnis kami yaitu JNE, Tiki, Pos Indonesia. Jika diantara pembeli atau pelangga menghendaki pengiriman melalui agen lain, maka terlebih dahulu mohon memberikan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami perihal dimana kantor cabang biro pengiriman yang anda kehendaki yang ada di kota kami dan berapa biaya pengirimannya untuk ke kota anda.


Untuk mengetahui biaya ongkos kirim, bagi pembeli, pelanggan dan agen dapat melihat pada link website di bawah ini:


Harga Kapsul Morifera Daun Kelor

Untuk harga kapsul Morifera Daun Kelor ditetapkan berdasarkan jumlah pemesanan dalam hitungan per botol, dimana:


Untuk kapsul kelor ekstrak 300 mg 
  • Untuk pembelian 1-4 botol, harga per botolnya                       Rp 100.000,00
  • Untuk pembelian 5-9 botol, harga per botolnya                       Rp  95.000,00
  • Untuk pembelian 10 - 19 botol harga perbotolnya                   Rp  90.000,00
  • Untuk pembelian 20 ke atas harga perbotolnya                       Rp  85.000,00 
  • Lebih dari 100, dapat hubungi kami untuk lebih jelasnya
       Untuk kapsul kelor ekstrak 500 mg
  • Untuk pembelian 1-4 botol, harga per botolnya                       Rp 125.000,00
  • Untuk pembelian 5-9 botol, harga per botolnya                       Rp  120.000,00
  • Untuk pembelian 10 - 19 botol harga perbotolnya                   Rp  115.000,00
  • Untuk pembelian 20 ke atas harga perbotolnya                       Rp  110.000,00 
  • Lebih dari 100, dapat hubungi kami untuk lebih jelasnya
            Untuk teh celup daun kelor
  • Untuk pembelian 1-4 box, harga per boxnya Rp 70.000,00
  • Untuk pembelian 5-9 box, harga per boxnya Rp  65.000,00
  • Untuk pembelian 10 - 19 box, per box nya Rp 60.000,00
  • Untuk pembelian 20 box, harga per boxnya Rp 55.000,00                     
UNTUK PEMESANAN DAN PEMBELIAN HUBUNGI 085755459098

Minggu, 18 September 2011

Pengakuan Pasien Konsumsi Morifera Daun Kelor



Kelor yang identik sebagai penjernih air itu ternyata juga berkhasiat antidiabetes mellitus.
Maria Sumartini merasa bagai tanpa tulang, mudah letih. Membereskan pekerjaan rumah sebentar saja, ia cepat lelah. Oleh karena itu ia lebih sering duduk beristirahat daripada mengerjakan pekerjaan rumah. ‘Pekerjaan rumah memang tetap bisa diselesaikan, tapi jika rasa capai datang, mau tidak mau harus menghentikan kegiatan dan beristirahat,’ kata Sumartini.
Keadaan dua tahun lalu itu mendorong Sumartini memeriksakan diri ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Airmadidi, Manado, Sulawesi Utara. Biang keladi mudah lemasnya tubuh perempuan yang saat itu berusia 59 tahun akhirnya terkuak. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Maria Sumartini positif diabetes mellitus. Kadar gula darah 384 mg/ml; kadar gula sewaktu normal, 120 mg/dl.
Daun kelor
Menurut dokter di Rumahsakit Pusat Pertamina Jakarta, dr Asep Saepul Rohmat SpPD, diabetes mellitus terjadi karena adanya kenaikan gula darah dalam pankreas. Kenaikan itu akibat gangguan metabolisme secara kronis produksi insulin dalam pankreas yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. ‘Insulin diproduksi tubuh sesuai kebutuhan dan asupan makanan,’ kata dr Asep.
Insulin berguna untuk memasukkan kadar gula darah ke dalam sel tubuh. Penderita diabetes mellitus biasanya mengalami proses produksi insulin yang berkurang dan fungsi insulin yang menurun. Untuk mengatasi diabetes mellitus, dokter di Puskesmas pun memberikan 2 jenis obat. Sumartini mengonsumsi obat itu 3 kali setiap hari. Hasilnya kadar gula
darah Sumartini memang turun menjadi 260 mg/dl sebulan kemudian.
Meski demikian, ia tetap rutin mengonsumsi obat dari dokter, memeriksa kadar gula darah 30 hari berselang, dan hasilnya tetap, kadar gula darah di atas normal. Itulah sebabnya ia memenuhi saran anak pertamanya di Timika, Provinsi Papua, untuk mengonsumsi rebusan daun kelor. Pada awal 2010 Maria Sumartini mulai merebus segenggam daun kelor dalam 3 gelas air hingga mendidih, dan tersisa 1 gelas. Air rebusan daun Moringa oleifera itu ia minum sekaligus. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari.
Sepekan pertama mengonsumsi, ia lebih bugar. Lelah dan lemas menghilang. ‘Tubuh terasa enteng dan segar,’ kata Sumartini. Sebulan rutin minum rebusan daun kelor, hasilnya menggembirakan. Kadar gula darah Sumartini turun menjadi 195 ml/dl. Pada bulan-bulan berikutnya ia tak lagi merebus daun anggota famili Moringaceae itu, tapi mengonsumsi 2 kapsul ekstraksi daun 3 kali sehari.
Maria Sumartini rutin memeriksakan kadar gula darah setiap bulan. Pengecekan terakhir pada pertengahan Januari 2011, kadar gula Sumartini 145 mg/dl. Selama ia disiplin mengonsumsi kapsul daun kelor, kadar gula darahnya selalu di bawah 200 ml/dl. Perempuan 62 tahun itu memang menjalankan gaya hidup sehat seperti meninggalkan kebiasaan menyeruput segelas teh manis dengan gula biasa. Ia selalu menggunakan gula khusus bagi penderita diabetes.
Setara glibenklamid
Sumartini kini merasa fit sehingga dapat mengunjungi sanak-saudaranya di berbagai daerah hingga ke Papua. Bagaimana duduk perkara kelor membantu menormalkan kadar gula? Para herbalis jarang meresepkan kelor kepada para pasien diabetes. Herbalis di Depok, Jawa Barat, Mahendra, lebih sering meresepkan brotowali, ciplukan, mimba, dan sambiloto untuk mengatasi penyakit itu. Menurut Mahendra kelor bisa membantu penyembuhan radang sendi dan nafsu makan.
Produsen herbal di Malang, Jawa Timur, Muslihudin, mengatakan daun kelor mengandung nutrisi lengkap yang tidak dimiliki oleh tanaman lainnya. ‘Selain untuk menjaga kesehatan, banyak penelitian di India yang membuktikan khasiat kelor sebagai antidiabetes,’ kata Muslihudin. Peneliti di Jhunjhunwala College, Mumbai, India, Dr Daoo Jayeshree, membuktikan daun kelor memberikan efek signifikan untuk mengatasi diabetes mellitus.
Ia menginduksi tikus dengan 45 mg intraperitoneal tunggal sereptozotocin per kg bobot badan sehingga mengidap diabetes. Kemudian Jayeshree memberikan 300 mg ekstrak daun kelor per kg bobot badan selama 35 hari secara oral. Hasilnya ekstrak daun kelor sebanding dengan pemberian 5 mg glibenklamid per kg bobot badan. Glibenklamid berfungsi meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. (Endah Kurnia Wirawati)


Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Kapsul Morifera Daun

Kapsul Morifera Daun Kelor


Hubungi 085755459098-Untuk Produk Kapsul Morifera Daun Kelor
 Kapsul daun kelor Ekstrak 300 mg 


Kapsul daun kelor Ekstrak 500 mg 

Morifera Herbal Tea

Teh Celup Ekstrak Daun Kelor

MORIFERA adalah kapsul kesehatan yang dibuat 100% dari ekstrak daun Moringa oleifera. Dalam sistem pengobatan kuno India (Ayurveda), daun Moringa oleifera dianggap sakti karena bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.


Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Orang-orang yang secara rutin   telahmengonsumsi MORIFERA terbukti tidak pernah lagi terkena sariawan, tidur menjadi nyenyak, tubuh terasa segar, pikiran lebih tenang dan mudah berkonsentrasi, kulit menjadi lebih bersih, BAB lancar. Selain itu, kandungan kalsium yang tinggi dalam MORIFERA juga akan mencegah keropos tulang.


Kenyataan bahwa penyakit bisa timbul karena adanya kekurangan nutrisi dalam tubuh. Anemia dan sariawan,
diketahui sebagai akibat kekurangan zat besi, beri-beri akibat kekurangan Vitamin B1, gondongan akibat kekurangan iodium, Kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit demensia keropos tulang akibat kekurangan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu.


Dengan membawa semua nutrisi yang terkandung dalam daun Moringa oleifera, MORIFERA akan membantu memperbaiki dan menjaga kesehatan anda. (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3. Dapat disimpulkan bahwa keseimbangan nutrisi merupakan pondasi untuk membangun fisik maupun mental yang sehat.


Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang dijual setelah melalui proses dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang.


Pohon Moringa oleifera memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun moringa juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran terutama untuk melancarkan ASI.


Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Teh Morifera Daun Kelor








Selasa, 06 September 2011

Cara Kerja Daun Kelor dalam Penyembuhan Penyakit

Penyakit yang dapat diobati :
Sakit kuning (Lever), Reumatik/encok/Pegal linu, Rabun ayam; Sakit mata, Sukar buang air kecil, Alergi/biduren, Cacingan; Luka bernanah;

Pemanfaatan :
1. Sakit Kuning
Bahan: 3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas
air kelapa hijau;
Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa
dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk
sampai merata.
Cara menggunakan: diminum, dan dilakukan secara rutin sampai
sembuh.

2. Reumatik, Nyeri dan Pegal Linu
Bahan: 2-3 gagang daun kelor, 1/2 sendok makan kapur sirih;
Cara Membuat: Kedua bahan tersebut ditumbuk halus;
Cara menggunakan: dipakai untuk obat gosok (param).

3. Rabun Ayam
Bahan: 3 gagang daun kelor;
Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas
air masak dan disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan
diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum sebelum tidur.

4. Sakit Mata
Bahan: 3 gagang daun kelor;
Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan
diaduk sampai merata. Kemudian didiamkan sejenak sampai
ampasnya mengendap;
Cara menggunakan: air ramuan tersebut digunakan sebagai obat
tetes mata.

5. Sukar Buang Air Kecil
Bahan: 1 sendok sari daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel
yang telah diparut dalam jumlah yang sama;
Cara Membuat: Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah
dengan 1 gelas air, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum setiap hari.

6. Cacingan
Bahan: 3 gagang daun kelor, 1 gagang daun cabai, 1-2 batang
meniran;
Cara Membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum.

7. Biduren (alergi)
Bahan: 1-3 gagang daun kelor, 1 siung bawang merah dan adas
pulasari secukupnya;
Cara Membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore.

8. Luka bernanah
Bahan: 3-7 gagang daun kelor;
Cara Membuat: daun kelor ditumbuk sampai halus.
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang luka sebagai
obat luar.



Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Kapsul Morifera Daun

Morifera Daun Kelor Dahulu dan Sekarang


Kelor di Jaman Kuno

Dalam tradisi pengobatan kuno India (Ayurveda), daun kelor (Moringa oleifera) dianggap sakti karena bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dalam daftar obat kuno India kelor memang menduduki tempat istimewa karena bisa digunakan untuk menyembuhkan sekitar 300 penyakit.
Berita mengenai kesaktian daun kelor yang disebutkan dalam Ayurveda akhirnya sampai juga ke telinga orang-orang pintar di Nusantara terutama Jawa. Seperti kita ketahui, pada jaman dahulu pengaruh budaya India di Nusantara sangatlah kuat. Setelah mempelajari Ayurveda, para ahli obat herbal di Nusantara juga mulai berhasil mengobati berbagai macam penyakit dengan daun kelor. Tingkat keberhasilan pengobatan dengan daun kelor pada masa itu begitu tinggi hingga mampu melahirkan mitos tersendiri.
Di jaman dimana penyakit masih dianggap sebagai gangguan mahluk halus, pengobatan penyakit tidak lepas dari acara ritual pengusiran mahluk halus. Karena daun kelor bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit maka tidak heran jika daun ini dianggap bisa mengalahkan kekuatan mahluk halus. Akibatnya terbentuklah mitos bahwa daun kelor ampuh untuk menaklukkan mahluk halus. Lambat laun justru mitos ini lah yang berkembang, sedangkan fungsi kelor untuk pengobatan sebagaimana diterangkan dalam Ayurveda malah ditinggalkan.
Pengaruh mitos bahwa daun kelor bisa untuk mengalahkan mahluk halus telah merasuk begitu dalam ke benak masyarakat pada jaman dahulu, tak terkecuali juga para jawara sakti yang biasa mendapat kekuatan dengan bantuan mahluk-mahluk halus. Mereka ikut termakan mitos tersebut dan sangat yakin bahwa kesaktiannya akan hilang jika berhadapan dengan daun kelor. Dengan keyakinan seperti itu, sedikit saja mereka terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan dan akhirnya memang fisiknya juga benar-benar ikut lemas dan ambruk. Fakta bahwa mental seseorang bisa mempengaruhi kekuatan fisiknya itu bukan hal yang baru.
Hingga saat ini masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Masih banyak ditemui di desa-desa dimana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Ketika jasadnya kemudian dimandikan orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala mahluk yang masih menempel pada jasadnya.
Saking banyaknya orang sakit yang berhasil diobati dengan daun kelor pada jaman dahulu sampai-sampai mitos kesaktian daun kelor bisa bertahan hingga ribuan tahun, bahkan hingga sekarang. Selain untuk mengusir, kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan mahluk halus. Di jaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala.
Kelor di Jaman Modern

Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "tree for life". Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada.
Adalah Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an orang ini mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian si Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di negara-negara Afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor utnuk memerangi gizi buruk.
Kelor Sebagai Sumber Nutrisi

Pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran, terutama untuk memperbanyak dan melancarkan ASI seperti halnya daun katuk.
Selama ini jika kita bicara tentang sumber Vitamin A, yang terbayang adalah wortel, padahal dengan berat yang sama Vitamin A pada daun kelor jauh lebih banyak dibanding wortel. Dengan perbandingan berat yang sama, daun kelor juga mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam. Dari 24 unsur nutrisi (beberapa vitamin, mineral dan asam amino) yang kami uji di laboratorium milik sebuah universitas di Malang, semua terdeteksi keberadaannya dengan kadar yang cukup signifikan.
Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun.
Mungkin kita patut meniru negara-negara di Afrika untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dengan kelor. Untuk sebagian besar saudara kita, jeruk masih mahal, wortel juga mahal, susu terlalu mahal, yogurt sangat mahal, obat semakin mahal, dokter tambah mahal. Hanya kelor yang kemungkinan bisa tetap dibuat murah karena menanamnya juga sangat mudah, bisa tetap tumbuh nyaris tanpa perawatan, dan mulai bisa dipanen pada umur yang cukup singkat. Tancapkan saja beberapa batang kelor di sembarang jenis tanah dan tunggu 2 atau 3 bulan, daunnya sudah mulai bisa dipetik untuk dimanfaatkan. Dalam 40 hari berikutnya, trubusnya sudah bisa diambil lagi dan begitu seterusnya sampai generasi anak cucu.
Kelor Sebagai Multivitamin Alami

Bagi mereka yang merasa jauh dari risiko gizi buruk, daun kelor juga tetap bermanfaat untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam tubuh sekaligus sebagai obat herbal. Seperti kita ketahui jika nutrisi dalam tubuh kita tidak seimbang, kita akan terkena warning berupa penyakit. Anemia dan sariawan, diketahui sebagai warning akibat kita lalai menyediakan zat besi, beri-beri adalah warning akibat kita lupa dengan Vitamin B1, gondongan akibat kita mengabaikan kebutuhan iodium, keropos tulang akibat lupa menyediakan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu.
Ternyata, kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit dementia (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun belakangan ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3. Jika separo saja penduduk negeri ini kekurangan Vitamin B3, apa gak kacau bangsa ini.
Secara logika tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa keseimbangan nutrisi merupakan pondasi untuk membangun fisik maupun mental yang sehat. Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang dijual setelah melalui proses pengolahan dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang. Belum lagi semakin maraknya junk food di mana-mana, yakni makanan yang mengutamakan tampilan, kepraktisan penyajian dan kekuatan rasa, sementara nilai nutrisi dan sifat-sifat alaminya benar-benar dinomorduakan. Ditambah lagi semakin kentalnya budaya dimana makan bukan lagi dianggap kewajiban untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh melainkan lebih dianggap sebagai acara untuk memenuhi selera dan kesenangan plus lambang status sosial. Tak heran jika akhirnya banyak yang kena WARNING BERAT dari tubuhnya sendiri.
Tidak ada salahnya kita berikan tubuh kita makanan yang kita tahu mengandung nutrisi paling lengkap dan alami. Dengan suplai nutrisi yang lengkap dan alami tubuh kita tahu persis bagaimana caranya menjaga dan memulihkan kesehatan untuk kita. Biarkan tubuh menggunakan nutrisi sesuai tujuan dan aturan mainnya sendiri. Tuhan telah melengkapi tubuh kita dengan mekanisme sedemikian sempurna agar tubuh kita tetap sehat dan semua bagiannya berfungsi secara normal. Tugas kita adalah memenuhi kebutuhan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkannya.
Jika anda mengalami kesulitan mencari makanan yang nilai nutrisinya lengkap dan alami, daun kelor adalah solusinya! Tidak ada tumbuhan selain kelor yang mengandung unsur nutrisi sebanyak ini: Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin C, Calcium, Chromium, Copper, Iron, Magnesium, Manganese, Potassium, Protein, Zinc, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalaine, Threonine, Tryptophan, Valine, Alanine, Arginine, Aspartic Acid, Cystine, Glutamic Acid, Glycine, Histidine, Serine, Proline, Tryrosine, dsb.
Kesimpulan

Dulu penyakit dianggap sebagai gangguan mahluk halus dan kelor dianggap sakti karena mampu untuk mengusirnya. Sekarang penyakit diketahui sebagai gangguan keseimbangan nutrisi, dan kelor mampu untuk menyeimbangkannya. Kelor jaman dulu dan kelor jaman sekarang tetap sama saktinya. Yang berbeda hanyalah cara orang menjelaskan fenomena kenapa daun dari pohon ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Dahulu kelor ampuh untuk mengusir mahluk halus seperti wewe gombel dan gendoruwo yang mengganggu anak manusia. Kini, kelor juga tetap ampuh menolak gangguan mahluk halus seperti virus, bakteri dsb. Dalam rangka 'back to nature', tidak ada salahnya kita merevitalisasi kesaktian daun kelor dengan cara pandang dan keilmuan masa kini.

Manfaat Bagian Tanaman Morifera Daun Kelor


KLASIFIKASI : 
Kelor disebut Moringaoleifera Lamk atau M. pterygosperma Gaertn. Termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan namadaerah Marongghi, celor, kawona, motong, barunggai.

SIFAT KIMIAWI :  
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:  Biji : Minyak “behen”.   Kulit akar:  Minyak terbang.
Senyawa lain: myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1, B2 dan C.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: Rasaagak pahit, netral, anti inflamasi, antipiretik, antiskorbut dan tidak beracun.

BAGIAN TANAMAN  YANG  DIGUNAKAN : 
Efek farmakologi dari penggunaan akar, daun dan biji.

Tanaman kelor merupakan perdu dengan tinggi sampai 10 meter, berbatang lunak dan rapuh, dengan daun sebesar ujung jari berbentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun berwarna putih, buah besisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm, tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Menurut sejarahnya,tanaman kelor atau marongghi (Moringa oleifera), berasal dari kawasan sekitar Himalaya dan India, kemudian menyebar ke kawasan di sekitarnya sampai ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Bahkan, di beberapa negara di Afrika, seperti di Etiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya, sekarang mulai dikembangkan pula di Arab Saudi dan Israel, menjadi bagian untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.

Walau di Indonesia, khususnya di lingkungan perkampungan dan pedesaan, tanaman kelor baru sampai menjadi tanaman pagar hidup, batas tanah ataupun penjalar tanaman lain, tetapi manfaat dari daun dan karangan bunga serta buah muda sebagai sayuran, sudah sejak lama digunakan.
Sebagai tanaman berkhasiat obat, tanaman kelormulai dari akar, batang, daun, dan bijinya, sudah dikenal sejak lama di lingkungan pedesaan.

Seperti akarnya, campuran bersama kulit akar pepaya kemudian digiling-dihancurkan, banyak digunakan untuk obat luar (balur) penyakit beri-beri dan sebangsanya. Daunnya ditambah dengan kapur sirih, juga merupakan obat kulit seperti kurap dengan cara digosokkan. Sedangkan sebagai obat dalam, air rebusan akar ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, sampai ke obat gonorrhoea. Bahkan, biji tua bersama dengan kulit jeruk dan buah pala, akan dapat menjadi “spiritus moringae compositus” yang digunakan sebagaistimulans, stomachikum, carminativum sampai diuretikum.

Sejak awal tahun 1980-an oleh Jurusan Teknik Lingkungan ITB, biji kelor digunakan untuk penjernihan air permukaan (air kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai) sebagai pengendap (koagulans) dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena rangkaian penelitian terhadap manfaat tanaman kelor mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Saat itu fokus penelitian ditujukan kepada program pengadaan air jernih untuk para pemukim di kawasan pantai atau pesisir, khususnya di kawasan transmigrasi yang mengandalkan air payau atau gambut berwarna kecoklatan sebagai sumber air minum.

Rasa air gambut yang pahit dan warna kecoklatan, tentu saja tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Bahkan, air gambut yang digunakan untuk mencuci pakaian pun yang berwarna putih justru akan berubah menjadi kecoklatan. Maka dengan sistem penyaringan sederhana ditambah dengan pengendap yang berasal dari serbuk atau tumbukan biji kelor, pada akhirnya akan menjadi air jernih, walau belum bersih. Sehingga untuk air minum harus dilakukan perlakuan, antara lain dimaak terlebih dahulu.

Di lingkungan pedesaan, penanaman kelor yang paling umum cukup dengan cara setekan batang tua atau cukup tua, yang langsung ditancapkan ke dalam tanah, apakah sebagai batas tanah, pagar hidup ataupun batang perambat. Walau semaian biji tua dapat dijadikan bibit, umumnya jarang dipergunakan. Disamping itu, manfaat lain dari batang bersama daun kelor, umumnya digunakan sebagai “alat” untuk melumerkan atau menon-aktifkan “kekuatan magis” seseorang, yaitu dengan cara disapu-sapukan ke bagian muka ataupun dijadikan “alat tidur”, misal seseorang yang tahan terhadap pukulan, bacokan, bahkan tidak mempan oleh terjangan peluru, maka dengan cara disapu-sapukan ke bagian tubuhnya, ataupun dijadikan alas tidurnya, atau ada pula air tanaman kelor disiramkan ke seluruh tubuhnya, maka kekuatan magis tubuhnya akan lumer atau hilang.

Hal yang sama juga kepada orang tua, umumnya pada zaman dulu yang memiliki “ajimat” sehingga kalau mau meninggal akan susah sekali, maka dengan menggunakan tanaman kelor, akan dapat dibantu untuk memudahkan kematiannya tersebut.

Pengalaman di Benua Afrika
Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jer-man, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasukEtiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan.

Seperti di Lembah Rift untuk lahan seluas satu hektar hanya ditanamkan antara 30-50 batang, karena di antara pohon kelor tersebut ditanamkan pula tanaman lainnya penghasil pangan, seperti sorgum, jagung, bahkan tanaman lain untuk sayuran, khususnya kacang-kacangan. Maka, dengan cara ini karena pohon kelor memiliki kemampuan menyerap air tanah walau dari kandungan yang sangat minim hingga tanah menjadi lembab, tanaman lainnya akan ikut menjadi tumbuh subur. Apalagi kalau pohon kelor sudah besar dan tinggi, akan berfungsi pula sebagai pohon lindung ataupun pohon rambatan.

Di kawaan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi. Sama seperti di Lembah Rift, di kawasan ini pun pada lahan di antara pohon kelor dijadikan untuk penanaman banyak jenis tanaman pangan, antara lain jagung dan sorgum, juga sayuran, serta lebih jauhnya lagi untuk tanaman industri seperti kopi, kapas, lada, bahkan tebu. Sangat unik adalah kebiasaan penduduk sekitar Arba Minch yang memiliki lahan terbatas, mulai dari sekitar 0,1 ha atau 1.000 meter persegi, atau hanya ratusan bahkan puluhan meter persegi saja. Sehingga pohon kelor hanya dijadikan pagar hidup, pembatas tanah ataupun pohon perambat sama seperti di Indonesia.

Akan tetapi hasilnya, kalau daunnya dapat langsung digunakan sebagai sayuran, maka bunganya akan tetap dipelihara hingga menjadi buah dan menghasilkan biji yang dapat dijual kepada perusahaan asing yang memerlukan untuk pembuatan tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik bernilai tinggi.

Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor yang sudah diketahui sejak lama, yaitu minimnya penggunaan pupuk dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba). Sehingga biaya untuk pemupukan dan pengontrolan hama dan penyakit relatif sangat murah. Bahkan, dari pengalaman para petani kelor yang sudah lama berkecimpung, diketahui bahwa pemupukan yang baik adalah berasal dari pupuk organik, khususnya berasal dari kacang-kacangan (misal kacang hijau, kacang kedelai ataupun kacang panjang) yang ditanamkan sekitar pohon kelor. Juga pengalaman panjang secara tradisi penggunaan tanaman kelor sebagai bahan berkhasiat obat di kawasan tersebut adalah bahwa akarnya sangat baik untuk pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, penurun tekanan darah tinggi, dan sebagainya, sedang daunnya untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, diabetes melitus (kencing manis), dan penyakit jantung.

Perlu untuk diketengahkan manfaat biji kelor yang sudah mulai dikembangkan melalui Program UNDP, yaitu sebagai bahan pengendap/koagulator untukmenjernihkan air secara cepat, murah dan aman, seperti di ITB. Yaitu dengan nilai pH yang berbeda, maka antara 100-150 mg bubuk/serbuk/liter air, memberikan hasil turbiditas tinggi pada air (800-10.000 FTU), kalau dibandingkan dengan koagulan umum seperti Al2(SO4)3 yang baru efektif pada pH 7 saja.

Juga kandungan senyawa yang terdapat pada serbuk biji kelor memiliki sifat antimikroba, khususnya terhadap bakteri. Sehingga kalaupun di dalam air terdapat bakteri Coli (salah satu yang disyaratkan tidak terdapat di dalam air minum), akan tereduksi atau mati. Serta, menurut perhitungan yang sudah diuji coba oleh tim ahli dari UNDP, maka kebutuhan biji kelor untuk pengolahan air minum di kawasan pantai atau rawa, cukup 2-3 pohon dewasa selama setahun dengan keluarga sebanyak 6-8 orang, dengan perhitungan kebutuhan air sekitar 20 l/hari/ jiwa.

http://carahidup.um.ac.id

Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Kapsul Morifera Daun

Kandungan Morifera Daun Kelor


source :http://www.themoringa.com/images/Moringa_Nutrition.jpg

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sudah melewati satu dekade, dan telah menimbulkan banyak dampak negatif terutama dari sektor kesehatan dan gizi masyarakat. Salah satu dampak yang terlihat sekarang ini adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi terutama bagi anak-anak di perkotaan atau pedesaan. Daya beli yang rendah bagi penduduk kelas menengah ke bawah, menyebabkan banyak orang tidak bisa membeli makanan bergizi seperti susu, daging dan telur.

Ditambah lagi dengan kenaikan harga produk peternakan seperti daging, telur dan susu akhir-akhir ini, semakin mempersulit keadaan. Hal ini terbukti dengan banyaknya anak-anak balita yang meninggal akibat kekurangan gizi atau gizi buruk. Sosialisasi minum susu dan makanan bergizi kepada murid-murid sekolah dasar, dan kegiatan sejenis lainnya tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi susu atau produk peternakan lainnya. Sekali lagi hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat yang semakin rendah.


“bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu”..”Orang bilang tanah kita tanah sorga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, dua penggal cuplikan lagu koes plus yang menyatakan bahwa negeri kita yang subur, semuanya ada dan bisa ditanam, tumbuh atau hidup dinegara kita. Lagu ini hanya akan menjadi kenangan yang indah saja, bila rakyat Indonesia kekurangan gizi didaerahnya cukup subur ini. Padahal Indonesia memiliki banyak potensi keanekaragaman hayati yang sebelumnya terbukti telah dimanfaatkan oleh nenek moyang kita. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan dengan baik dan banyak tumbuh serta mudah dibudidayakan di Indonesia; diantaranya tanaman Kelor (Moringa oleifera, Lamk).
 Kandungan Gizi Tanaman Kelor (Moringa oleifera, Lamk) (per 100 g)

Biji
Daun
Tepung daun
Kadar Air (%)
Calori
Protein (g)
Lemak (g)
Carbohydrate (g)
Fiber (g)
Minerals (g)
Ca (mg)
Mg (mg)
P (mg)
K (mg)
Cu (mg)
Fe (mg)
S (mg)
Oxalic acid (mg)
Vitamin A - B carotene (mg)
Vitamin B -choline (mg)
Vitamin B1 -thiamin (mg)
Vitamin B2 -riboflavin (mg)
Vitamin B3 -nicotinic acid (mg)
Vitamin C -ascorbic acid (mg)
Vitamin E -tocopherol (mg)
Arginine (g/16g N)
Histidine (g/16g N)
Lysine (g/16g N)
Tryptophan (g/16g N)
Phenylanaline (g/16g N)
Methionine (g/16g N)
Threonine (g/16g N)
Leucine (g/16g N)
Isoleucine (g/16g N)
Valine (g/16g N)

86.9
26
2.5
0.1
3.7
4.8
2.0
30
24
110
259
3.1
5.3
137
10
0.11
423
0.05
0.07
0.2
120
-
3.6
1.1
1.5
0.8
4.3
1.4
3.9
6.5
4.4
5.4

75.0
92
6.7
1.7
13.4
0.9
2.3
440
24
70
259
1.1
7
137
101
6.8
423
0.21
0.05
0.8
220
-
6.0
2.1
4.3
1.9
6.4
2.0
4.9
9.3
6.3
7.1

7.5
205
27.1
2.3
38.2
19.2
-
2,003
368
204
1,324
0.57
28.2
870
1.6%
16.3
-
2.64
20.5
8.2
17.3
113
1.33%
0.61%
1.32%
0.43%
1.39%
0.35%
1.19%
1.95%
0.83%
1.06%

 (From Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics by Lowell Fuglie)
Tanaman kelor telah digunakan oleh nenek moyang kita sebagai tanaman untuk sayur, obat atau sebagai lalapan. Tanaman ini adalah tanaman yang toleran terhadap musim kemarau yang panjang, dan bertahan hidup dengan merontokkan daunnya pada saat kemarau. Kelor termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 5 -11 meter. Pohon Kelor tidak terlalu besar, batang kayunya mudah patah dan cabangnya agak jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai.

Tanaman kelor mengandung gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk perbaikan gizi. Terbukti bahwa kelor telah berhasil mencegah wabah kekurangan gizi di beberapa negara di Afrika dan menyelamatkan banyak nyawa anak-anak dan ibu-ibu hamil.  Dilihat dari nilai gizinya kelor adalah tanaman berkhasiat sejati (miracle tree), artinya tanaman ini bisa dimanfaatkan dari akar, batang, buah dan daun serta mengandung gizi tinggi. Kandungan gizi daun kelor segar (lalapan),  setara dengan; 4x vitamin A yang dikandung wortel,  7x vitamin C yang terkandung pada jeruk, 4x mineral Calsium dari susu, 3x mineral Potassium pada pisang, 3/4x zat besi pada bayam, dan 2x protein dariyogurt. Sedangkan kandungan gizi daun kelor yang dikeringkan setara dengan; 10x vitamin A yang dikandung wortel,  1/2x vitamin C yang terkandung pada jeruk, 17x mineral Calsium dari susu, 15x mineral Potassium pada pisang, 25x zat besi pada bayam, dan 9x protein dari yogurt.

Tanaman yang berasal dari negara India, dan berkembang sampai ke samudera pasifik, Amerika Latin, Asia Tenggara dan Afrika ini dipakai sebagai tanaman anti-santet, atau tanaman berkhasiat untuk mengatasi ilmu hitam di Indonesia. Selain itu juga sebagian penduduk di Indonesia sudah memakai tanaman ini sebagai sayur atau lalapan serta obat tradisional. Di India kelor berkhasiat sebagai obat; anemia, anxiety, asma, bronchitis, katarak, kolera, conjunctivitis, batuk, diarrhea, infeksi mata dan telinga, demam, gangguan kelenjar, sakit kepala, tekanan darah tidak normal, radang sendi, gangguan pernafasan, scurvy,kekurangan cairan sperma dan tuberculosis.

Di beberapa negara, tanaman kelor diolah dalam bentuk makanan seperti; tepung daun kelor, bubur, sirup, teh daun kelor, sauce kelor, biskuit kelor dan lainnya. Sementara itu di Indonesia sedikit sekali orang yang memanfaatkan tanaman kelor ini sebagai makanan. Dengan banyaknya aneka masakan yang ada Indonesia kenapa kita tidak bisa memanfaatkan kelor sebagai bahan makanan kita sehari-hari?, apalagi dengan tingginya harga daging, susu dan telur saat ini.
Dengan banyaknya korban gizi buruk, kenapa kita tidak memanfaatkan dan mengembangkan tanaman ini? (buat yang peduli aja.... ya!)
link :
http://en-ulagam.blogspot.com/2007/01/drumstick-leaves-stir-fry.html


Hubungi 085755459098 - Untuk Produk Kapsul Morifera Daun